Masa lalu penuh peristiwa yang membuat kita bisa bercermin tentang sejarah nenek moyang
Jumat, 22 April 2016
USIL
Usil tapi hapy
Permainan ini biasanya dilakukan anak-anak di kelas. Karena dekat dengan kertas dan bolpoin.
Mereka yang suka usil menulis sesuyatu yang jelek atau menggelikan untuk ditempel dipunggung. Penempelan pasti tidak diketahui korban. Mungkin pura-pura bertanaya atau sok akrab sambil menyentuh punggung sasaran.
Setelah tertempel, diupayakan suapaya korban berdiri atau berjalan . Tentu saya semua teman tertawa melihat tulisan itu. Bagaimana tidak, ada siswa yang berjalan dan di belakangnya tertulis AKU GILA.
Kegaduan ini sering membuat guru marah. Meskipun bapak ibu guru kadang juga ikut tertawa melihat keulisan itu. Guru yang bijaksan, langsung melacak siapa penulisnya. setelah ditemukan, penulis disuruh ke depan membawa tulisan yang ditempel di punggung temannya. Dia disuruh membaca keras-keras berulang ulang.
Kelas gaush tapi ceria karena penulis akan membaca dengan nyaring "aku gila... aku giula..."
Rumah-Daun Kelapa
Rumah Ruymahan, Gedung Pentas
Masa kecil penuh imajinasi penuh kreasi.
Waktu yang lapang untuk bermain membuat banyak ide. membuat rumah-rumahan dari ranting dan dedaunan. Dibuat gotong royong tanpa melibatkan orang tua. sasaran utama biasanya daun dan pelepah kelapa sebagai dinding, Untuk menambah keteduhan dipilih daun pisang.
Jika sudah dirasa teduh siap dipakai, beramai -ramai menikmati rumah baru buatan kelompok mereka. kadang rumah ini bsia bertahan seminggu.
Jika bosan, mereka akan pindah ke tempat lain untuk membuat rumah rumahan baru. Mereka sangat bangga dengan hasil karyanya. Orang tua yang melihat biasanya hanya tersenyum dan menasehati untuk berhati-hati menggunakan pisau atau sabit
Panggung
Jika menemukan tempat yang agak tinggi, mereka menggunakan rumah-rumahan itu untuk digunakan sebagai panggun pentas seni.
Ada yang berperan sebagai sutradara, pemain atau yang lain sesuai imajinasinya.
Jika suka ludruk, ada yang tari remo, jula juli,d sb.
Jika suka dramna danksdut apa yang pernah mereka lihat akan ditirukan
Asyik, ramai, semarak dan rukun
KITIRAN DAUN SINGKONG
Kitiran? baling-baling?
daun singkong bisa menjadi permainan yang meriah.
Daun singkong dipetik bersama tangkainya. Dai=uynnya diptong hingga berbentuk melingkar. Jika sudah rapi, dijepitkan diantara jari telunjuk dan jari tengah untuk diputar.
Pemain yang paling lama bisa memeutar dan tidak jatuh itulah pemenangnya
Daun yang diambil biasanya yang besar dan sudah tua karena lebih kuat. Jika tangkainya besar mudah untuk diputar dan tidak mudah jatuh
Nisa juga dibuat kalung. Tangkainya diptong tanmpa mematahkan kulit tangkai, ke kitri dan ke kanan sehingga membentuk lingkaran. S ebagai liontin adalah daun yang diptor=ng melingkar tadi.
daun singkong bisa menjadi permainan yang meriah.
Daun singkong dipetik bersama tangkainya. Dai=uynnya diptong hingga berbentuk melingkar. Jika sudah rapi, dijepitkan diantara jari telunjuk dan jari tengah untuk diputar.
Pemain yang paling lama bisa memeutar dan tidak jatuh itulah pemenangnya
Daun yang diambil biasanya yang besar dan sudah tua karena lebih kuat. Jika tangkainya besar mudah untuk diputar dan tidak mudah jatuh
Nisa juga dibuat kalung. Tangkainya diptong tanmpa mematahkan kulit tangkai, ke kitri dan ke kanan sehingga membentuk lingkaran. S ebagai liontin adalah daun yang diptor=ng melingkar tadi.
GATHENG
Gatheng
peralatan yang diperlukan
batu atau kerang, bola atau batu pilihan sebagai "gaco" atau alat pemancing batu lain
Teknik permainan
batu pilihan sebagi "gaco" dilemparkan ke atas sambil mengambil batu ayang ada dibawah. Pengambilan sukses jika tangan tidak menyentuh batu yang lain "mil" dalam bahasa Jawa artinya menyentuh yang lain.
Jika "mil" maka pemain ganti yang lain. Jumlah pemain bergantung jumlah kesepakatan. Biasanya 2 sampai 4 orang. Jika terlalu banyak kesulitan duduk melingkar menghadapi batu permainan.
Jika memakai bola, bola dilempar ke atas dan menunggu satu pantulan untuk ditangkap. Sambil melempar bola, tangan mengambil batu yang diinginkan
KERANG
Jika bermain dengan kerang ada teknik lain
Kerang ditelunbgkupkan, kerang di balik dsb. Jika bola jatuh gagal ditangkap, pemain danti yang lain.
DELIKAN
DELIKAN
ndelik, bersembunyi
"Uwis... urung... uwis... urung
Sudah bersembunyi, tanya yang jaga sambil menutp matanya
Teman lain yang bersembunyi menjawab belum
pertanyaan itu berulang ulang sampai tidak ada jawaban dari temannya
jika tak ada jawaban berarti mereka telah bersembuni dan siap dicari
kalau penjaga nakal, dia tak mau mencari. tetapi "tunggu thetehk" menunggu ditemnpat jaga.
tholos = konangan, ketrahuan.
Kalau ketahuan sembunyinya, berarti tholos, ketahuan ganti yang mbesang atau jaga
ndelik, bersembunyi
"Uwis... urung... uwis... urung
Sudah bersembunyi, tanya yang jaga sambil menutp matanya
Teman lain yang bersembunyi menjawab belum
pertanyaan itu berulang ulang sampai tidak ada jawaban dari temannya
jika tak ada jawaban berarti mereka telah bersembuni dan siap dicari
kalau penjaga nakal, dia tak mau mencari. tetapi "tunggu thetehk" menunggu ditemnpat jaga.
tholos = konangan, ketrahuan.
Kalau ketahuan sembunyinya, berarti tholos, ketahuan ganti yang mbesang atau jaga
BERAYUN DAUN KEPALA
Bandulan Blarak
Bandulan. Berayun. Blarak adalah daun kelapa
Kalau ada daun kelapa yang masih hijau,menjuntai ke bawah pasti seneng. Bisa untuk bermain berayun/ Apakah tidak khawatir pelepah kelapa jatuh? Namanya anak-anak juga tidak mikir. Tentu saja orang tua khawatir
Tapi amsa dulu, orang tua sibuk di ladang ngurusi tanaman. sementara anak-anak disarankan bermain di rumah tetangga.
Ikat Kaki
IKAT KAKI
Kok aneh?
itulah bentuk kasih sayang orang tua. Untuk keselamatan anaknya yang masih kecil, jika dibonceng di belakang , kaki harus diikat seperti itu.
Mengapa \? Anak kecil kadang ngantuk jika dibonceng. Kalau ngantuk, lupa untuk menjaga kaki. Kaki yang terlena bisa masuk jeruji. Akibatnya, tentu saja terluka bahkan bisa bengkak. Karena masuk jeruji yang berputar.
Kok aneh?
itulah bentuk kasih sayang orang tua. Untuk keselamatan anaknya yang masih kecil, jika dibonceng di belakang , kaki harus diikat seperti itu.
Mengapa \? Anak kecil kadang ngantuk jika dibonceng. Kalau ngantuk, lupa untuk menjaga kaki. Kaki yang terlena bisa masuk jeruji. Akibatnya, tentu saja terluka bahkan bisa bengkak. Karena masuk jeruji yang berputar.
Langganan:
Postingan (Atom)





